PT Bintang Samudera Mandiri Lines : Optimasi Accurate

PT Bintang Samudera Mandiri Lines adalah sebuah prusahaan yang bergerak di bidang jasa pelayaran untuk barang-barang tambang. Jadi PT Bintang Samudera Mandiri Lines menyediakan kapal untuk kliennya mengirimkan hasil barang tambang. Sebelumnya, PT Bintang Samudera Mandiri Lines menggunakan aplikasi accurate 5 desktop. Namun untuk saat ini mereka ingin menggunakan aplikasi accurate online untuk kegiatan bisnisnya.

 

Implementasi sistem dengan beberapa kendala dan solusinya

 

Akunting

  • Kendala: Management ingin mengetahui laba rugi tiap departement, proyek dan per set kapal (tug boat dan berge).
  • Solusi: Untuk masalah ini perusahaan dapat menggunakan add on cost and profit center. Untuk departement dapat diisi sesuai keinginan. Kebetulan departement kemarin ingin diisi pernama kapal. Untuk proyek juga bisa diisi di modul proyek. Namun untuk per set kapal bisa pakai kategori keuangan.
Baca juga:   PT Sumber Mandiri Shipyard : Pencatatan RAB dengan Accurate 5

Sales

  • Kendala: Bagian sales ingin menerbitkan faktur kepada pelanggan. Untuk faktur nya akan berbeda2 tergantung jenis pelayanan yang diberikan. Untuk jenis pelayanan nya ada 2 yaitu Freight Charter dan Time Charter. Freight charter adalah jasa namun penagihannya berdasarkan berat. Sedangkan Time Charter penagihannya berdasarkan waktu. Untuk bentuk faktur FC (Freight Charter) ada dua yaitu DP dan Pelunasan. Untuk DP sudah dianggap sebagai pendapatan. Dan masing2 faktur nya pun ada dua jenis yaitu SKTD (Surat keterangan tidak dipungut atau free ppn) dan non SKTD. Lalu juga ada deposit yang kedepannya bisa memotong tagihan atau uangnya dikembalikan
  • Solusi: Disini kita bisa buatkan design faktur penjualan. Design-design nya antara lain: 1) TC NON SKTD, 2) TC SKTD, 3) FC NON SKTD DP, 4) FC SKTD DP, 5) FC NON SKTD PELUNASAN, 6) FC SKTD PELUNASAN, 7) DEPOSIT. Untuk deposit bisa input di modul uang muka penjualan. Lalu apabila dikembalikan, bisa input dimodul retur penjualan lalu piih uang muka.
Baca juga:   PT Satu Hati Sukses Bersama: Transformasi Manufaktur

Purchasing

  • Kendala: Saat pembelian ada dua surat yang di terbitkan yaitu WO dan PO. Untuk WO adalah surat ayng diterbitkan untuk pesanan pembelian jasa, untuk PO adalah surat yang diterbitkan untuk pembelian barang. Sebelum pemesanan pun harus menerbitkan surat WR untuk jasa dan PR untuk barang.
  • Solusi: Disini kita buatkan design yaitu WO, PO, WR, dan PR. Untuk PO dan WO dapat diinput dimodul pesanan pembelian. Untuk PR dan WR dapat diinput dimodul permintaan barang.

Management

  • Kendala: 1) Management ingin mengetahui terkait masa kadaluarsa barang yang mereka beli, mereka ingin tahu umur dari barang tersebut. 2)Management ingin mengetahui frekuensi pembelian dari suatu barang.
  • Solusi: Untuk yang pertama, disini saya buatkan atribut tambahan yaitu expired date di rincian barang. Nanti akan diisi saat penerimaan barang. Lalu nanti akan dilakukan modifikasi laporan yang menampilkan umur dari barang tersebut. Sebenarnya lebih mudah dengan No. seri dan tanggal kadaluarsa. Namun mereka tidak ingin menggunakan barang persediaan. Mereka menggunakan barang non persediaan.
Baca juga:   PT Platindo Cipta Raya : Optimasi Akuntansi Manufaktur

 

Kesimpulan

Untuk perusahaan sudah pernah menggunakan accurate, jadi untuk cara-cara inputnya mereka lumayan lancar. Namun mereka memerlukan beberapa atribut tambahan untuk mencetak dokumen-dokumen yang mereka inginkan. Untuk management juga membutuhkan modifikasi laporan agar memunculkan laporan yang sesuai keinginan mereka. 

Share on whatsapp
WhatsApp
Share on telegram
Telegram
Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on email
Email

Bingung Mengurus Pembukuan Bisnis?

Coba Demo Software Akuntansi Accurate untuk Kendalikan Keuangan Bisnis Anda